Selasa, 11 Desember 2018

JOKOWI LEBIH DEKAT KE NU

JOKOWI LEBIH DEKAT KE NU

(Dari track record selama jadi wali kota Solo)

1.Ketika dia menjadi ketua ASMINDO, Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia, dia punya perusahaan mebel namanya ‘Rakabu’.
Dia aktif mengikuti pengajian-pengajian yg diasuh KH. Abdul Kareem, seorang hafidzul Qur’an dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zayyady, Laweyan, Solo.)
Dan dikemudian hari membentuk majlis pengajian Pengusaha Islam Muda dengan nama Bening Ati, pengasuhnya KH. Abdul Kareem, Pak Yai Nahar, Pengasuh PP Ta’mirul Islam waktu itu dan juga PakYai Rozaq, (Pengasuh PP Al Muayyad).

2.  Pak Jokowi, puasa senin kemisnya tidak pernah ketinggalan, tahajudnya juga luar biasa, sama sekali tidak pernah tinggal Jum’atan, apalagi cuma sholat lima waktu yang memang dah kewajiban.

3. Keluarga Jokowi juga Islamnya taat, adik-adiknya putri semua berjilbab itu juga sejak dulu, dan juga diambil mantu oleh orang-orang yang Islamnya baik semua.

4. Kantor PDIP Solo, sangat agamis, punya masjid sendiri di depan Kantor PDIP di Brengosan, dan masjidnya makmur, setiap minggu ada kegiatan semaan Al Qur’an bil ghoib dan pengajian rutin

5.Kebijakkan Pak Jokowi selama di Solo, sama sekali tidak ada yang merugikan umat Islam, kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan masalah agama selalu dikonsultasikan dulu pada ulama Solo, terutamanya pada Kyai Durrohim, Mustasyar NU waktu itu.

6. Kebijakan Pak Jokowi  bersifat Islam subtantif, dan merakyat , umat Islam di Solo itu kan mayoritas dan juga kalangan bawah, jadi Pak Jokowi untuk mengangkat ekonomi rakyat kecil dengan menbangun banyak pasar-pasar tradisional, minimarket tidak boleh buka 24 jam, tidak mengizinkan mall-mall ada lagi..

7.  Lokalisasi Shilir  di Semanggi Solo, setahun menjadi Wali Kota, ditutup oleh Pak Jokowi, dan kemudian dibangun sebuah pasar untuk menghidupkan perekonomian warga sekitar.

Dan yang mengisi pasar tersebut adalah para pedagang loak yang di Banjarsari, di sana itu ada sebuah monument yang menjadi cagar budaya, kumuh dan kotor karena di tempati oleh PKL-PKL yang tidak teratur.

Dan ketika Shilir di tutup, Habib Syekh yang memang tinggal di Semanggi mendirikan majelis “Shilir Berdzikir” yangmenjadi cikal bakal Ahbabul Musthofa saat ini.

8. Solo saat itu jadi lebih hijau dhohiron wa bathinan, peringatan hari besar Islam juga lebih semarak, ada Parade Hadrah setiap Rajab, Festival Sholawat, kegiatan dzikir tahlil dan barzanji semakin marak, ada setiap saat, tidak hanya di masjid-masjid tapi juga di hotel-hotel mewah. Itu semua sebab kebijakan-kebijakan JOKOWI dalam membangun Solo sebagai Kota Sholawat dan juga Spirit of Java. Sholawat Barzanji yang awalnya sesuatu yang jarang, karena NU di Solo adalah minoritas, sekarang menjadi hal yang seakan harus hadir dalam setiap moment, iya, sejak Jokowi menjadikan Majelis Dzikir dan Sholawatan sebagai tamu rutin di Balai Kota setiap Rabiul Awwal.

9. Di Rumah Dinas beliau, Lodji Gandrung dijadikan tempat rutin taraweh ala Masjidil Haram dan ala NU, 23 rakaat beserta witir dan mengkhatamkan Al Qur’an.

10. Pak Jokowi adalah salah satu pembina JAMURO, singkatan dari Jam’ah Muji Rosul, awalnya hanya majlis dzikir tahlil dan pembacaan Barjanji yang menjadi rutinan.

11.Pak Jokowi yang mengusulkan dan yang menyemangati agar di bentuk Pengurus Ranting NU di seluruh Solo.
Hingga terbentuk 51 Pengurus Ranting NU, dan ini baru pertama kalinya PCNU Solo punya ranting, itu berkat Pak Jokowi dan Pak Jokowi juga yang membuatkan 51 papan nama untuk ranting NU tersebut.

12. Sholat Idul Fitri bisa terlaksana di Balai Kota, itu juga kebijakan Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri yang menutupi dua arca yang di depan balai kota itu, pakai kain mori, ditutup sendiri, padahal untuk hal seperti itu, nyuruh ajudan kan bisa.”

Orang NU tdk usah ragu dengan ke NU an Pak Jokowi,  apalagi sekarang menggandeng KH. Ma'ruf Amin (Rois Syuriah PBNU).
                       ~~~~~~~~~~~

SUDAH SANGAT JELAS,
KEMANA WARGA NU HARUS MEMILIH PRESIDEN DAN WAKILNYA



_________________________________

Khayat Hidayatulla bersama ustadz Fauzan

Senin, 10 Desember 2018

Rancangan program Khayat Hidayatullah

Program unggulan Khayat Hidayatullah :
A. KEBERSIHAN
- Pengolahan Sampah
B. PENDIDIKAN NON FORMAL
- Jamiyah Remaja & Dewasa/Orng tua
_________________________
A. Pengolahan Sampah :
- menyediakan tmpat sampah (TPS & TPA) Kerja sama dgn Dinas terkait.
Sasaran : masyarakat
Tujuan : Kebersihan lingkungan
Tempat : setiap desa di dapil 2
- mengolah sampah kerja sama dgn dinas terkait.
Sasaran : Pemuda & Masyarakat
Tempat : setiap desa di Dapil 2

______
B. Pendidikan non formal
- Jamiyah Remaja kerja sma dgn dinas terkait
- Jamiyah Dewasa/Orng tua kerja sama dgn dinas terkait
Sasaran : Pemuda & Masyarakat
Tujuan : mengurangi kenakalan Remaja, meningkatakan SDM & IPM, mningkatkan kerukunan dan kemakmuran.
Tempat : setiap desa di dapil 2










Logo relawan khayat Hidayatullah , logo PSI

Relawan khayat